Guru adalah sosok pahlawan yang memberikan dan mengajarkan kepada kita banyak hal. Dari awal belum mengerti baca dan tulis, karena guru kita bisa mengetahui apa itu bacaan apa itu tulisan. Menjadi seorang guru ini tidak mudah artinya sulit. Dan guru harus sabar-sabar mengajarkan kita banyak hal hingga kita mengerti. Guru bagaikan mentari yang menyinari dipagi hari, jika tidak ada mentari maka pagi akan terasa gelap dan hampa tidak ada kehidupan. Tanpa seorang guru akan menjadi seperti apa kita ?profesi guru ini sangatlah mulia ia mampu menghadapi banyak nya sifat-sifat dan macam-macam karakter murid dalam kelas.
Pada zaman dulu perlakuan murid kepada guru tidak seperti zaman sekarang, kenapa? karena zaman sekarang didikannya bisa dibilang manja. Murid baru dicubit dikit lapor orang tua. Dan orang tua pun merasa tidak terima dengan perlakuan guru keanaknya, akhirnya orang tua pun melaporkan kepada polisi. Dan ini terkesan seperti penganiayaan padahal guru wajar memberikan hukuman agar murid-muridnya tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.Tetapi sekarang dengan uang semua hal dapat saja terjadi murid zaman sekarang sudah keterlaluan, cuma karena orang tua mereka pejabat,polisi,tentara,anak menteri dan lain lain.Mereka pun seenaknya membantah guru yang jelas-jelas sudah mendidiknya. Tidak ada sopannya ini berbeda dengan zaman dulu, dulu murid tidak seperti sekarang. Contoh nya saja semua peraturan dipatuhi dan tidak berani terhadap guru sopan santun, dan ramah terhadap gurunya. Ada sebuah cerita tentang perlakuan dulu, zaman dulu kalau kena hukum disekolah tidak berani berbicara kepada orang tua, kenapa? karena jika memberitahu orang tua maka hukuman kita bertambah dua kali lipat. Itulah berbeda sekali dengan zaman orang tua yang mendidik anaknya dimanjain, akhirnya makin menjadi-jadi.
Sudah jelas, bahwa guru itu mempunyai tugas yang sangat mulia yang mengajarkan kita banyak sekali hal-hal yang kita tidak mengerti. Selalu memberikan motivasi kepada murid-muridnya agar terus semangat belajarnya. Kata-katanya lembut sekali menyentuh dihati, sampai-sampai mungkin ada saja yang tertidur dikelas karena kelembutan suara engkau wahai guru. Guru yang selalu mengulang-ulang materi yang sama karena kami yang selalu bertanya dan bertanya, mungkin sampai guru bosan. Tetapi tidak ada lelahnya engkau mengajarkan kami semua.Tetapi zaman sekarang murid semua berani kepada guru sendiri, karena semua terbalik. Faktanya guru itu perantara ilmu buat kita, jadi kita tidak boleh melawan guru apalagi sampai memenjarakan guru cuma karena hal sepele. Karena suatu saat pasti kita membutuhkan guru dan harus kita ingat guru adalah orang tua kedua kita disekolah, jadi berbaktilah kepada guru agar mendapatkan berkat ridhonya.
P alagraf 1 :
BalasHapusPada kalimat ke 2 seharusnya pada awal kalimat tidak menggunakan kata "dari" jadi penulisannya yaitu "sejak awal belum mengerti...." kemudian pada kata "apa itu tulisan apa itu bacaan" seharusnya diberi konjungsi kalimat yang seharusnya yaitu "apa itu tulisan dan apa itu bacaan".
Pada kalimat ke 4 kata "dan" seharusnya tidak di gunakan di awal kalimat, kemudian kata sabar-sabr seharusnya diubah menjadi bersabar afar lebih efektif. Pada kalimat ke 6 tidak terdapat spasi atau jarak pemisah antara kata profesi dan tanda tanya, kemudian kata "banyak nya" seharusnya digabung menjadi "banyaknya".
Palagraf 2
kata "dikit" seharusnya diubah menjadi "sedikit"
Pada kalimat ke 3 kata "dan" seharusnya tidak digunakan sebagai awal kalimat, kemudian pada kaya"keanaknya" seharusnya terdapat spasi menjadi "ke anaknya".
Pada kalimat ke 5 : kalimat "cuma karena orang tua" seharusnya diubah menjadi "hanya karena orang tua" karena kata cuma dapat diartikan kurang sopan, kemudianpada kalimat "pejabat,polisidantentara" tidak terdapat spasi seharusnya menjadi "pejabat, polisi, dan pejabat".
kata "tidak ada sopannya" seharusnya diubah menjadi "tidak memiliki sopan santun sama sekali". kemudian pada kata "contoh nya" seharusnya menjadi "contohnya" tanpa diberi spasi. Palagraf 1 :
Pada kalimat ke 2 seharusnya pada awal kalimat tidak menggunakan kata "dari" jadi penulisannya yaitu "sejak awal belum mengerti...." kemudian pada kata "apa itu tulisan apa itu bacaan" seharusnya diberi konjungsi kalimat yang seharusnya yaitu "apa itu tulisan dan apa itu bacaan".
Pada kalimat ke 4 kata "dan" seharusnya tidak di gunakan di awal kalimat, kemudian kata sabar-sabr seharusnya diubah menjadi bersabar afar lebih efektif. Pada kalimat ke 6 tidak terdapat spasi atau jarak pemisah antara kata profesi dan tanda tanya, kemudian kata "banyak nya" seharusnya digabung menjadi "banyaknya".
Palagraf 2
kata "dikit" seharusnya diubah menjadi "sedikit"
Pada kalimat ke 3 kata "dan" seharusnya tidak digunakan sebagai awal kalimat, kemudian pada kaya"keanaknya" seharusnya terdapat spasi menjadi "ke anaknya".
Pada kalimat ke 5 : kalimat "cuma karena orang tua" seharusnya diubah menjadi "hanya karena orang tua" karena kata cuma dapat diartikan kurang sopan, kemudianpada kalimat "pejabat,polisidantentara" tidak terdapat spasi seharusnya menjadi "pejabat, polisi, dan pejabat".
kata "tidak ada sopannya" seharusnya diubah menjadi "tidak memiliki sopan santun sama sekali". kemudian pada kata "contoh nya" seharusnya menjadi "contohnya" tanpa diberi spasi.